Selasa, 03 November 2009

Merokok di Kalangan Remaja

Merokok di Kalangan Remaja

1. BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Latar belakang pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:

1.1.1 Merupakan tugas dari dosen mata kuliah Bahasa Indonesia

1.1.2 Banyaknya remaja yang sudah ketergantungan akan rokok.

1.1.3 Merokok dirasa sangat membahayakan bagi si perokok aktif maupun bagi perokok pasif.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa saja zat yang terkandung dalam rokok?

1.2.2 Mengapa para remaja merokok?

1.2.3 Apa bahaya yang ditimbulkan dari merokok?

1.2.4 Bagaimana solusi agar para remaja berhenti merokok?

2. BAB II Pembahasan

2.1 Penyebab Remaja Merokok

Ada berbagai penyebab yang menyebabkan para remaja merokok, diantaranya adalah sebagai berikut:

2.1.1 Rasa ingin tahu yang tinggi terhadap rokok.

2.1.2 Rasa gengsi yang tinggi akan teman-teman atau lingkungannya.

2.1.3 Pengaruh lingkungan yang mendukung untuk merokok.

2.1.4 Menghilangkan stress dengan merokok.

2.1.5 Kurangnya pengawasan dari orang tua.

2.2 Zat yang Terkandung dalam Rokok

Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan bagi kesehatan bahkan akan membawa pada kematian. Adapun bahan kimia yang beracun itu diantaranya adalah sebagai berikut:

2.2.1 Tar : mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanser (karsinogen). Bahan seperti benzopyrene yaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang telah lama disahkan sebagai agen yang memulakan proses kejadian kanser dan merusak sel paru-paru.

2.2.2 Karbon Monoksida (CO) : Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

2.2.3 Nikotin : Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia ataupun hewan, akan menimbulkan kerusakan pada setiap organ disepanjang yang dilewati asap rokok, yaitu bermula dari hidung, mulut, tekak, saluran pernafasan, paru-paru, saluran darah, jantung, kelamin, sampai ke saluran kencing dan pundi kencing.

2.3 Bahaya Merokok

Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan dari asap rokkok, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.1.1 Menyebabkan penyakit Bronkitis

1.1.2 Menyebabkan penyakit Emfisima

1.1.3 Menyebabkan penyakit Paru-paru

1.1.4 Menyebabkan penyakit di bagian esofogus, perut dan pankreas

1.1.5 Merusakan dinding arteri dan akan merusak organ berkaitan.

1.1.6 Menyebabkan simptom kebas pada kaki dan jari

1.1.7 Menyebabkan migrain, sakit kepala, pedih ulu hati, kekejangan otot kaki

1.1.8 Serangan penyakit jantung

1.1.9 Menyebabkan kemandulan

2. BAB III Penutup

2.1 Simpulan

Kita ketahui bahwa rokok mengandung ribuan bahan kimia yang dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan menimbulkan kematian. Adapun zat yang sangat berbahaya terkandung dalam rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Merokok sangat merugikan, baik untuk si perokok ataupun yang menghisap asap rokok.

2.2 Saran

Setelah kita membahas tentang kebiasaan merokok di kalangan remaja, ada beberapa solusi untuk menekan angka merokok, diantaranya:

2.2.1 Tetapkan niat untuk berhenti merokok.

2.2.2 Diberikan pengetahuan tentang bahaya merokok oleh pihak sekolah maupun di luar sekolah.

2.2.3 Yakinkan diri untuk yidak merokok.

2.2.4 Buat nota peringatan

2.2.5 Katakan pada diri anda, “Aku bukan perokok”

2.2.6 Tumpukan pada hari ini

2.2.7 Sentiasa berfikiran positif

2.2.8 Dapatkan sokongan

2.2.9 Lawan keinginan untuk merokok

2.2.10 Gunakan terapi atau rawatan yang sesuai

Dengan melakukan hal-hal di bawah ini, bukan tidak mungkin jika kebiasaan merokok pada remaja akan berkurang.

Selasa, 27 Oktober 2009

penggolongan akun

1. Akun Rill (Real Account)

A. Harta/aktiva (assets): kekayaan yang dimiliki perusahaan baik berwujud ataupun tidak berwujud yang dinilai denagn uang.

1. Aktiva Lancar (Current Assets):

a. Kas (cash): Jumlah uang yang tersedia dalam kas perusahaan maupun yang disimpan di bank.

b. Surat-surat berharga (marketable securities):

c. Wesel Tagih (notes receivable)

d. Piutang dagang (account receivable)

e. Pendapatan yang masih harus diterima (accured revenues)

f. Perlengkapan (supplies)

g. Persediaan barang dagangan (merchandise inventory)

h. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)

i. Deposito jangka pendek

2. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets): kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisiknya konkret dan digunakan dalam operasi perusahaan secara permanen (lebih dari 1 tahun)

a. Peralatan (equipment)

b. Bangunan (building)

c. Tanah (land)

d. Kendaraan (delivery)

3. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intengible Fixed Assets)

a. Nama baik perusahaan (Goodwill)

b. Hak paten

c. Hak cipta (copy rights)

d. Biaya pendirian

e. Hak pemegang sewa dalam jangka panjang

f. Hak monopoli

g. Royalti

h. Merek dagang (trade mark)

4. Aktiva Investasi (Investment Assets)

5. Aktiva lain-lain (Other Assets)

B. Utang/Kewajiban (liabilities): kewajiban perusahaan pada pihak lain.

1. Utang Lancar (current liabilities): Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar dalam waktu kurang dari 1 tahun.

a. Utang dagang (account payable)

b. Utang wesel (notes payable)

c. Utang pajak (tax payable)

d. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)

e. Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo

f. Pendapatan diterima di muka

2. Utang Jangka Panjang (long term liabilities): Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar dalam waktu lebih dari 1 tahun.

a. Wesel bayar jangka panjang

b. Utang hipotek (mortgage payable)

c. Utang obligasi (bond payable)

C. Modal(capital): hak atas harta yang dimiliki.

1. Modal saham

2. Laba yang ditahan

3. Cadangan

4. Prive

5. Ikhtisar laba rugi

2. Akun Nominal (Nominal Account)

A. Akun Penghasilan (Revenue)

B. Akun Beban (Expenses)

C. Akun Perantara (between account)

Akuntansi pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana matematika asal Itali yang benama Luca Pacioli.

Definisi akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk membantu pertimabangan dan pengambilan keputuasan yang tepat bagi pemakai informasi tersebut.

Pemakai informasi akuntansi adalah sebagai nberikut :

1. Pihak Intern yaitu pihak di dalam organisasi manajemn perusahaan(pimpinan perusahaan)

2. Pihak Ekstern yaitu pihak yang berada di luar tubuh perusahaan:

a. Pemilik Perusahaan

b. Pengelola perusahaan

c. Karyawan

d. Kreditor

e. Investor

f. Pemerintah

g. Rekanan perusahaan

Bidang-bidang akuntansi

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting): Kegiatan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan yaitu berhuubungan pelaporan posisi keuangan mulai dari proses pencatatan, sampai kepada pertanggungjawaban kepada pihak yang terkait.

2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing): bidang aktifitas yang menyangkut pemerikasaan atas catatan-catatan akuntansi secara bebas yang mendukung laporan keuangan suatu perusahaan dan akhirnya mengeluarkan suatu pernyataan pendapat mengenai kelayakan dan kewajaran laporan keuangan tersebut.

3. Akuntansi Manajemen (Managament Accounting): jenis akuntansi yang menggunakan data historis dan data taksiran untuk membantu manajemen dalam operasi sehari-hari dan perencanaan operasi mendatang yang bertujuan untuk menyajikan informasi pengambilan keputusan yang relevan kepada manajemen perusahaan(pihak intern)

4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting): menitik beratkan pada masalah penetapan dan pengendalian biaya terutama biaya produksi suatu abrang.

5. Akuntansi Anggaran (Budgentary Accounting): menyajikan rencana operasi keuangan untuk suatu periode tertentu, melalui pencatatan dan meringkas data pelaksanaan operasi.

6. Sistem Akuntansi (Accounting System): sistem yang dirancang untuk melindungi dan mengawasi kekayaan perusahaan sehingga dapat dilakukan pengendalian intern dan menciptakan arus laporan yang efisien dan berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.

7. Akuntansi Pajak (Tax Accounting):m Penyusunan surat pemberitahuan pajak, serta mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan atau encari alternatif terbaik.

8. Akuntansi Pemerintah (Government Accounting): menyediakan laporan akuntansi yang bermanfaat mengenai aspek kepengurusan administrasi pemerintah, serta membantu manajemen dalam melaksanakan pengawasan atas pengeluaran melalui anggaran sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

9. Akuntansi Sosial (Social Accounting): menyangkut penggunaan dana-dana kesejahteraan sosial dalam masyarakat

10. Akuntansi Internasional (International accounting): berhubungan dengan masalah perdagangan internasional dan perdagangan multinasional.

11. Akuntansi Pendidikan (Educational Accounting): bidang khusus yang menyangut pendidikan akuntansi.



Profesi Akuntansi

1. Akuntan Publik (Public Accountant): akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Akuntan publik pada umumnya mendirikan suatu kantor akuntan dan memperoleh izin dari departemen keuangan.

2. Akuntan Internal (Private Accountant): akuntan yang bekerja pada perusahaan atau lembaga tertentu dan bertugas khusus di bidang akuntansi intern perusahaan untuk membantu pengelola perusahaan.

3. Akuntan Pemerintah (Government Accountant): akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor untuk pemerintah dan dapat membantu mengadakan pengawasan dalam pengeluaran dana dari masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Akuntan Manajemen (Managament Accountant): akuntan yang kegiatannya membantu pimpinan perusahaan baik untuk kegiatan sehari-hari atau perencanaan di masa yang akan datang.

5. Akuntan Pendidik (Accountant Instruction): Akuntan yang bekerja sebagai pengajar pendidikan dan keterampilan akuntansi.

;;